Manajemen

5 Cara Pengendalian Bahan Baku Untuk Manufaktur

Cara Pengendalian Bahan Baku

Pengendalian bahan baku penting diperhatikan oleh industri manufaktur. Manajemen bahan baku yang baik bisa memaksimalkan keuntungan yang ingin dicapai perusahaan. Dalam pengendalian bahan baku bagi industri manufaktur terdapat 5 metode pengendalian persediaan.

Dalam mengendalikan persediaan terdapat 5 metode yang bisa digunakan perusahaan agar penggunaanya mampu dimaksimalkan serta mengurangi resiko kerugian

Pengertian dan Tujuan Pengendalian Bahan Baku

Sebelum membahas metode apa saja yang digunakan dalam  membuat pengendalian biaya pada bahan baku sebaiknya diketahui dahulu pengertiaan dari pengendalian bahan baku tersebut. Pengendalian bahan baku menurut Widjaja (1996 : 3) adalah upaya perusahaan untuk mengatur, mengawasi sampai melaksanakan pengadaan bahan baku sesuai yang dibutuhkan perusahaan dalam proses produksi.

Tujuan dari pengendalian persediaan bahan baku antara lain :

  • Menurut Assauri (1998 : 17) tujuan menurut pengendalian biaya bahan baku untuk menghindari over stock maupun kekurangan stok bahan baku.
  • Menghindari resiko keterlambatan pengiriman barang dan inflasi atas bahan baku tersebut
  • Perusahaan bisa mendapatkan potongan harga dari pembelian bahan baku pada jumlah tertentu serta penentuan cost of goods sales
  • Mengantisipasi apabila terjadi retur atau pengembalian barang atas kesalahan penjual maupun terjadi kerusakan yang tidak diinginkan saat pendistribusian barang tersebut
  • Menyediakan barang untuk konsumen yang melakukan penjualan secara tunai sebagai sehingga ketersediaan produk mampu memenuhi kebutuhan pelanggan
  • Sebagai stok untuk barang yang diperoleh secara musiman. Pasalnya perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi sendiri produk yang ditawarkannya.

Baca Juga: Software Keuangan Perusahaan Manufaktur Harus Punya Fitur Ini!

5 Metode Pengendalian Bahan Baku

Dalam pengendalian biaya bahan baku ada lima metode yang bisa dipilih perusahaan manufaktur antara lain atau yang umum digunakan oleh perusahaan manufaktur di Indonesia yaitu :

1. Metode The Mix-Max

Metode ini menggunakan perkiraan tingkat minimum dan maksimum ketersediaan bahan baku. Dalam memakai metode ini pihak perusahaan perlu menentukan berapa taraf minimum bahan baku sehingga mampu diketahui kapan pemesanan bahan baku dapat dilakukan.

Tidak hanya mengetahui jumlah minimum stok yang tersedia namun juga berapa jumlah maksimal bahan baku yang perlu dipesan. Jumlah bahan baku yang dipesan tidak boleh melebihi jumlah maksimum stok.

2. Metode The Two-bin

Metode The Two-bin adalah metode pengendalian persediaan dengan membagi bahan baku menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan bahan baku diterima dan pesanan dilakukan.

Bahan baku kedua adalah bahan baku yang digunakan saat pemesanan dan pengiriman produk. Metode dua wadah ini merupakan pengendalian bahan baku dimana persediaan yang digunakan bila salah satu dari dua kelompok persediaan bahan baku tersebut kosong. Pemesanan bahan baku akan kembali  dilakukan jika bahan baku pertama sudah habis.

3. Metode Order Cycling

Metode order cycling  adalah metode pengendalian persediaan dengan cara mengecek secara fisik persediaan bahan standar yang dimiliki. Pemeriksaan fisik ini mampu dilakukan setiap satu bulan atau 3 bulan sekali. Hasil dari pemeriksaan ini membantu perusahaan mendapatkan informasi secara real time atas stok bahan bakunya.

Selain itu metode ini mendukung perusahaan dalam mengidentifikasi kerusakan bahan baku karena  sistem penyimpanan yang tidak benar. Metode order cycling dapat mengidentifikasi barang cacat ataupun kadaluarsa.

4. Metode ABC (The ABC Plan)

Metode ABC (The ABC Plan) banyak dipilih oleh korporasi berskala besar. Hal ini lantaran perusahaan besar mempunyai persediaan bahan baku yang besar. Dalam metode ini persediaan bahan baku dibagi atas 3 grup yakni :

Kelompok A adalah bahan baku bernilai tinggi dengan jumlah persediaan mini  tetapi pemesanannya dan pengawasannya tinggi

Kelompok B mempunyai nilai sedang. Jumlah bahan baku ini sesuai dengan jumlah kebutuhan pesanan produk yang dibeli

Kelompok C adalah bahan standar bernilai rendah namun jumlah persediaannya besar dengan pengawasan rendah dan pemesanan yang rendah

5. Metode Periodic Review

Metode ini menggunakan jarak waktu atas 2 pesanan secara permanen. Hal ini berdampak dalam jumlah pesanan setiap periode berbeda pemesanan periodiknya. Dalam melakukan pemesanan bahan baku pihak perusahaan akan melihat saldo bahan baku terakhir yang dimiliki dalam satu kali periode.

Dengan memahami metode pengendalian bahan baku Anda akan lebih ekonomis dan efisien dalam memproduksi barang. Keuntungan juga bisa dimaksimalkan dengan menekan biaya produksi barang. Selanjutnya Anda hanya perlu buat memonitor dan menganalisa semua laporan keuangan yang tersajikan, apakah berjalan menggunakan benar dan sesuai atau ada hal yang wajib diperbaiki.

Masih repot mengelola laporan keuangan? Kini Anda tidak perlu khawatir, jasa pembukuan berbasis teknologi dan profesional akan membantu Anda dalam membereskan segala transaksi Anda. Lalu Anda akan terima beres laporan keuangan setiap bulannya dan dibantu dalam menghitung dan melaporkan pajak.

Teknologi yang dipakai oleh layanan profesional ini adalah software akuntansi Accurate Online. Merupakan sistem yang memudahkan pada pembuatan invoice, tracking persediaan barang, melacak biaya yang terjadi dan juga menyediakan laporan keuangan yang beragam secara realtime. Praktis, kapan saja dan di mana saja Anda sanggup menggunakannya. Yuk, coba gratis 30 Hari Accurate Online disini agar Anda mampu menikmati kemudahan pembukuan usaha. Untuk mengetahui informasi terkait Accurate POS, Anda juga sanggup mengikuti sosial media seperti  Facebook, dan Instagram.

Bikin hari-harimu lebih asyik dengan Emkay Blast Lite Bubble Gum! Rasa asam manis permen karet yang bikin kamu senyum-senyum sendiri, dilengkapi dengan liquid Saltnic rendah nikotin yang bikin kamu merasa nyaman sepanjang hari.

Leave a Comment

12 − 11 =

error: Konten di Lindungi